• PELUANG EMAS UNTUK MENJADI AGEN MAJALAH BAHANA
  • SEKALIGUS PEWARTA KABAR BAIK!
  • ANDA BERMINAT? SILAHKAN HUBUNGI: KANTOR MAJALAH BAHANA:
  • JL. BEO 38-40, YOGYAKARTA 55281
  • TELP. (0274)561881 EXT 113/208

Fakta Unik di Sekitar Natal

By: ryu | Artikel | 31 Des 2011, 09:52:40 | Dibaca: 3613 kali

Setiap tahun, tepat pada tanggal 25 Desember, kita merayakan Natal, yaitu hari kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Selama beberapa hari menjelang dan sesudah tanggal tersebut, suasana Natal sangat kental dirasakan semua orang. Namun ada beberapa fakta manarik yang harus kita ketahui sekitar peristiwa Natal.

Pertama, tanggal 25 Desember bukanlah hari kelahiran Yesus yang sebenarnya. Alkitab tidak memberi keterangan yang jelas mengenai bilamana Yesus dilahirkan. Lalu, mengapa dunia merayakan kelahiran Yesus pada 25 Desember? Sebenarnya kelahiran Yesus tidak pernah dirayakan sampai tahun 336. Sebenarnya tanggal 25 Desember adalah hari perayaan saturnalia Romawi untuk menyambut kembalinya matahari ke belahan bumi utara setelah mencapai garis balik selatan. Ketika siang hari menjadi lebih panjang, dewa matahari dianggap telah lahir kembali dan mereka bergembira-ria sambil tukar-menukar hadiah. Tradisi ini oleh kaisar Konstantin kemudian dimaknai ulang. Bukan lagi sebagai perayaan kelahiran dewa matahari, melainkan hari kelahiran Yesus. Keputusan ini kemudian dipertegas oleh keputusan Paus Julius I pada pertengahan abad 4 di kota Roma, meski beberapa pihak menolaknya.

Kedua, Yesus tidak lahir pada bulan Desember. Harus dipahami bahwa bulan Desember merupakan musim dingin di kawasan Israel. Hal ini tentu bertentangan dengan keterangan di Alkitab yang menyatakan bahwa saat itu para gembala yang sedang menggembalakan dombanya di padang Efrata (Lukas 2:8-20). Pada musim dingin, biasanya para pemilik ternak lebih memilih mengandangkan ternaknya demi menghindari cuaca yang dingin.

Ketiga, tidak diketahui berapa banyak orang majus yang datang menemui bayi Yesus. Matius 2:1 hanya mengatakan bahwa orang-orang majus yang datang lebih dari satu. Namun soal jumlah sama sekali tidak dijelaskan. Bahwa kemudian ada anggapan ada tiga orang majus, hal ini karena mengacu pada banyaknya jenis persembahan yang mereka berikan. Emas melambangkan penghargaan terhadap pribadi Yesus sebagai Raja, kemenyan melambangkan kekudusan hidup, dan mur melambangkan penderitaan yang akan dijalaninya.

Sumber: Renungan Siang Desember 2011

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!


Warta Populer




Berita IT

© Copyrigth @ CV. Andi Offset 2015
Contact: Online Devision
Jl. Beo 38-40
Yogyakarta, 55281
Indonesia
Tlp: 0274 545 465 ext. 204
ebahana.com v. 3.0.12.13